Article
Sidebar
#container { width:900px; margin:0 auto; overflow:auto; } #header { height:90px; } #nav { height:30px; } #main { overflow:auto; } #footer { height:40px; } -->

Selasa, 29 April 2014

8 Warisan Dunia Yang Ada Di "INDONESIA"





Mari Mengenal 8 Situs Warisan Dunia yang Ada di Indonesia

Tak ada yang bisa menyangkal bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya. Berbagai bentang alam bisa ditemukan di Indonesia mulai dari pegunungan, pantai, jurang, lembah, hutan hujan, hingga savana yang luas membentang. Indonesia juga menjadi rumah dari berbagai jenis flora dan fauna. Sebagian di antaranya hanya bisa ditemukan di wilayah Nusantara. Maka tak heran jika Indonesia memiliki banyak tempat yang dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Total, ada 8 Situs Warisan Dunia di wilayah Indonesia, lebih banyak dari negara manapun di Asia Tenggara. Tahukah kamu tempat mana saja yang tercatat sebagai situs warisan dunia di Indonesia? Temukan jawabannya di bawah ini.

Situs Warisan Dunia di Indonesia

  •  Kompleks Candi Borobudur, Pawon, dan Mendut
Sebagai salah satu situs peninggalan agama Buddha terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, wajar jika kompleks Candi Borobudur, Pawon dan Mendut menyandang status sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Candi Borobudur yang dibangun antara abad ke-8 dan 9 memiliki gaya arsitektur yang menakjubkan. Rasanya mustahil jika bangunan serumit ini dirancang lebih dari 1.000 tahun yang lalu, saat teknologi dan peralatan canggih sama sekali tak membantu. Candi Borobudur yang terletak di kawasan Magelang, Jawa Tengah, kini tercatat sebagai objek wisata tunggal yang paling banyak dikunjungi wisatawan di Indonesia.
Tertarik berkunjung ke Borobudur? Segera susun rencana perjalananmu pada liburan berikutnya. Jangan lupa pesan hotel terdekat di VoucherHotel.com.
Candi Borobudur
Candi Borobudur
  •  Taman Nasional Ujung Kulon
Sesuai dengan namanya, Taman Nasional Ujung Kulon berada di ujung barat Pulau Jawa. Dalam bahasa Jawa, ujung kulon memang berarti ujung barat atau bagian paling barat. Taman Nasional ini menjadi satu-satunya habitat alami dari salah satu hewan terlangka di dunia – Badak Jawa. Saat ini, diperkirakan hanya ada sekitar 40-70 ekor Badak Jawa yang tersisa di seluruh dunia dan hampir seluruhnya berhabitat di Taman Nasional Ujung Kulon. Selain Badak Jawa, Taman Nasional Ujung Kulon juga menjadi rumah bagi satwa langka lainnya seperti banteng, lutung, siamang, monyet pemakan kepiting, macan tutul dan rusa.
Taman Nasional Ujung Kulon
Taman Nasional Ujung Kulon
  • Kompleks Candi Prambanan
Jika Borobudur tampak mencolok dengan kemegahan bangunannya, maka kompleks Candi Prambanan lebih menonjolkan kecantikan desainnya. Candi yang menjadi simbol dari legenda Rara Jonggrang ini memang tampil amat cantik dengan bentuk bangunan yang tinggi dan ramping dengan hiasan relief-relief rumit. Candi Prambanan merupakan candi Hindu yang didedikasikan untuk Brahma, Wisnu, dan Siwa – 3 dewa dalam kepercayaan Hindu. Dibangun pada abad ke-9 Masehi, Prambanan yang berlokasi sekitar 11 km dari kota Yogyakarta dinobatkan sebagai kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia.
Jalan-jalan ke Candi Prambanan akan terasa lebih menyenangkan jika kamu menginap di salah satu hotel ini.
Candi Prambanan
Candi Prambanan
  •  Taman Nasional Komodo
Siapa tak kenal komodo? Reptil raksasa asli Indonesia tersebut telah menjadi sorotan dunia. Habitat alami komodo hanyalah di Pulau Komodo, Pulau Padar, dan Pulau Rinca yang terletak di perbatasan Nusa Tenggara Barat dan Timur. Pulau tersebut kemudian dikelola sebagai Taman Nasional yang diberi nama sama dengan penghuninya yaitu Taman Nasional Komodo. Kabarnya, jumlah komodo dan manusia yang ada di Taman Nasional tersebut cukup berimbang. Selain menjadi habitat bagi komodo, Taman Nasional Komodo memiliki daya tarik lain berupa pantai-pantai yang cantik dan ekosistem bawah laut yang kaya.
Taman Nasional Komodo
Taman Nasional Komodo
  •  Situs Manusia Purba Sangiran
Pulau Jawa barangkali merupakan salah satu tempat tertua yang pernah dihuni manusia. Buktinya, di salah satu wilayah Pulau Jawa, tepatnya di kawasan Sangiran, Jawa Tengah, ditemukan berbagai fosil manusia purba. Salah satu fosil paling populer yang ditemukan di Sangiran adalah fosil pithecantropus erectus yang dipercaya sebagai salah satu jenis manusia purba tertua di dunia. Kini, Sangiran ditetapkan sebagai salah satu situs arkeologi terpenting di dunia untuk mempelajari fosil manusia. Situs penggalian arkeologi Sangiran mencakup areal seluas 56 km persegi di Jawa Tengah, sekitar 15 km ke arah utara Surakarta.
Replika Fosil dari Sangiran
Replika Fosil dari Sangiran
  •  Taman Nasional Lorentz
Mencakup areal seluas 25.065 km persegi, Taman Nasional Lorentz tercatat sebagai taman nasional terluas di Asia Tenggara. Taman Nasional Lorentz yang terletak di provinsi Papua memiliki ekosistem yang kaya. Wilayah laut, daerah berawa, hutan bakau, dataran rendah, tundra, hingga gletser khatulistiwa, semua menjadi bagian dari Taman Nasional Lorentz. Kekayaan bentang alam tersebut membuat Taman Nasional Lorentz diakui sebagai salah satu taman nasional dengan ekosistem paling beragam di dunia.
Berbagai jenis flora dan fauna khas Indonesia Timur bisa ditemukan di Taman Nasional Lorentz. Total, ada sekitar 630 spesies burung dan 123 spesies mamalia yang bertempat tinggal di taman nasional ini. Lebih istimewa lagi, Taman Nasional Lorentz juga menjadi lokasi dari Puncak Jaya, gunung tertinggi di Indonesia yang puncaknya tertutup oleh salju abadi.
Puncak Jaya
Puncak Jaya
  •  Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera
Di antara seluruh Situs Warisan Dunia di Indonesia, Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera adalah situs yang paling terancam keberadaannya. Hutan hujan seluas 2,5 juta hektar ini terancam oleh aksi penggundulan hutan, pembuatan jalan, pengembangan lahan pertanian, juga perburuan liar.
Padahal, Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera menyimpan peranan amat penting yaitu sebagai penjaga stabilitas pasokan air, ekologi dan ekonomi di Pulau Sumatera. Hutan hujan yang mencakup 3 taman nasional (Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat, dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan) di Sumatera ini juga menjadi habitat bagi Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, Badak Sumatera, dan berbagai fauna langka lainnya.
Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera
Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera
  • Lanskap Budaya Provinsi Bali: Sistem Subak sebagai Manifestasi Filosofi Tri Hita Karana
Dikembangkan sejak abad ke-9, subak kini menjadi sistem irigasi pertanian sekaligus warisan budaya Bali. Konsep utama subak bukan hanya untuk menyediakan air bagi tanaman tetapi juga untuk membangun sebuah ekosistem yang kompleks dan berkesinambungan. Sawah-sawah di Bali dibentuk dengan sistem sengkedan / terasering dan dibangun di sekitar kuil-kuil penyimpan menyimpan cadangan air.
Pasokan air ke sawah-sawah diatur oleh para pemuka agama dengan mengacu kepada Filosofi Tri Hita Karana yang menggambarkan hubungan antara manusia, alam, dan para dewa. Keunikan subak serta nilai budaya yang dimiliki membuat sistem irigasi tersebut dinobatkan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2012 lalu.
Yuk, berkunjung ke Bali! Jangan lupa pesan hotelnya di sini.
Sawah Bertingkat di Bali






TERIMAKASIH