Tak ada yang bisa
menyangkal bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya. Berbagai bentang
alam bisa ditemukan di Indonesia mulai dari pegunungan, pantai, jurang,
lembah, hutan hujan, hingga savana yang luas membentang. Indonesia juga
menjadi rumah dari berbagai jenis flora dan fauna. Sebagian di
antaranya hanya bisa ditemukan di wilayah Nusantara. Maka tak heran jika
Indonesia memiliki banyak tempat yang dinobatkan sebagai Situs Warisan
Dunia UNESCO. Total, ada 8 Situs Warisan Dunia di wilayah Indonesia,
lebih banyak dari negara manapun di Asia Tenggara. Tahukah kamu tempat
mana saja yang tercatat sebagai situs warisan dunia di Indonesia?
Temukan jawabannya di bawah ini.
Situs Warisan Dunia di Indonesia
- Kompleks Candi Borobudur, Pawon, dan Mendut
Sebagai salah satu situs peninggalan agama Buddha terbesar di Indonesia
dan Asia Tenggara, wajar jika kompleks Candi Borobudur, Pawon dan Mendut
menyandang status sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Candi Borobudur
yang dibangun antara abad ke-8 dan 9 memiliki gaya arsitektur yang
menakjubkan. Rasanya mustahil jika bangunan serumit ini dirancang lebih
dari 1.000 tahun yang lalu, saat teknologi dan peralatan canggih sama
sekali tak membantu. Candi Borobudur yang terletak di kawasan Magelang,
Jawa Tengah, kini tercatat sebagai objek wisata tunggal yang paling
banyak dikunjungi wisatawan di Indonesia.
Tertarik berkunjung ke Borobudur? Segera susun rencana perjalananmu
pada liburan berikutnya. Jangan lupa pesan hotel terdekat di
VoucherHotel.com.
Candi Borobudur
- Taman Nasional Ujung Kulon
Sesuai dengan namanya, Taman Nasional Ujung Kulon berada di ujung barat
Pulau Jawa. Dalam bahasa Jawa, ujung kulon memang berarti ujung barat
atau bagian paling barat. Taman Nasional ini menjadi satu-satunya
habitat alami dari salah satu hewan terlangka di dunia – Badak Jawa.
Saat ini, diperkirakan hanya ada sekitar 40-70 ekor Badak Jawa yang
tersisa di seluruh dunia dan hampir seluruhnya berhabitat di Taman
Nasional Ujung Kulon. Selain Badak Jawa, Taman Nasional Ujung Kulon juga
menjadi rumah bagi satwa langka lainnya seperti banteng, lutung,
siamang, monyet pemakan kepiting, macan tutul dan rusa.
Taman Nasional Ujung Kulon
Jika Borobudur tampak mencolok dengan kemegahan bangunannya, maka
kompleks Candi Prambanan lebih menonjolkan kecantikan desainnya. Candi
yang menjadi simbol dari legenda Rara Jonggrang ini memang tampil amat
cantik dengan bentuk bangunan yang tinggi dan ramping dengan hiasan
relief-relief rumit. Candi Prambanan merupakan candi Hindu yang
didedikasikan untuk Brahma, Wisnu, dan Siwa – 3 dewa dalam kepercayaan
Hindu. Dibangun pada abad ke-9 Masehi, Prambanan yang berlokasi sekitar
11 km dari kota Yogyakarta dinobatkan sebagai kompleks candi Hindu
terbesar di Indonesia.
Jalan-jalan ke Candi Prambanan akan terasa lebih menyenangkan jika kamu menginap di salah satu
hotel ini.
Candi Prambanan
Siapa tak kenal komodo? Reptil raksasa asli Indonesia tersebut telah
menjadi sorotan dunia. Habitat alami komodo hanyalah di Pulau Komodo,
Pulau Padar, dan Pulau Rinca yang terletak di perbatasan Nusa Tenggara
Barat dan Timur. Pulau tersebut kemudian dikelola sebagai Taman Nasional
yang diberi nama sama dengan penghuninya yaitu Taman Nasional Komodo.
Kabarnya, jumlah komodo dan manusia yang ada di Taman Nasional tersebut
cukup berimbang. Selain menjadi habitat bagi komodo, Taman Nasional
Komodo memiliki daya tarik lain berupa pantai-pantai yang cantik dan
ekosistem bawah laut yang kaya.
Taman Nasional Komodo
- Situs Manusia Purba Sangiran
Pulau Jawa barangkali merupakan salah satu tempat tertua yang pernah
dihuni manusia. Buktinya, di salah satu wilayah Pulau Jawa, tepatnya di
kawasan Sangiran, Jawa Tengah, ditemukan berbagai fosil manusia purba.
Salah satu fosil paling populer yang ditemukan di Sangiran adalah fosil
pithecantropus erectus yang
dipercaya sebagai salah satu jenis manusia purba tertua di dunia. Kini,
Sangiran ditetapkan sebagai salah satu situs arkeologi terpenting di
dunia untuk mempelajari fosil manusia. Situs penggalian arkeologi
Sangiran mencakup areal seluas 56 km persegi di Jawa Tengah, sekitar 15
km ke arah utara Surakarta.
Replika Fosil dari Sangiran
Mencakup areal seluas 25.065 km persegi, Taman Nasional Lorentz tercatat
sebagai taman nasional terluas di Asia Tenggara. Taman Nasional Lorentz
yang terletak di provinsi Papua memiliki ekosistem yang kaya. Wilayah
laut, daerah berawa, hutan bakau, dataran rendah, tundra, hingga gletser
khatulistiwa, semua menjadi bagian dari Taman Nasional Lorentz.
Kekayaan bentang alam tersebut membuat Taman Nasional Lorentz diakui
sebagai salah satu taman nasional dengan ekosistem paling beragam di
dunia.
Berbagai jenis flora dan fauna khas Indonesia Timur bisa ditemukan di
Taman Nasional Lorentz. Total, ada sekitar 630 spesies burung dan 123
spesies mamalia yang bertempat tinggal di taman nasional ini. Lebih
istimewa lagi, Taman Nasional Lorentz juga menjadi lokasi dari Puncak
Jaya, gunung tertinggi di Indonesia yang puncaknya tertutup oleh salju
abadi.
Puncak Jaya
- Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera
Di antara seluruh Situs Warisan Dunia di Indonesia, Warisan Hutan Hujan
Tropis Sumatera adalah situs yang paling terancam keberadaannya. Hutan
hujan seluas 2,5 juta hektar ini terancam oleh aksi penggundulan hutan,
pembuatan jalan, pengembangan lahan pertanian, juga perburuan liar.
Padahal, Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera menyimpan peranan amat
penting yaitu sebagai penjaga stabilitas pasokan air, ekologi dan
ekonomi di Pulau Sumatera. Hutan hujan yang mencakup 3 taman nasional
(Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat, dan Taman
Nasional Bukit Barisan Selatan) di Sumatera ini juga menjadi habitat
bagi Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, Badak Sumatera, dan berbagai
fauna langka lainnya.
Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera
- Lanskap Budaya Provinsi Bali: Sistem Subak sebagai Manifestasi Filosofi Tri Hita Karana
Dikembangkan sejak abad ke-9, subak kini menjadi sistem irigasi
pertanian sekaligus warisan budaya Bali. Konsep utama subak bukan hanya
untuk menyediakan air bagi tanaman tetapi juga untuk membangun sebuah
ekosistem yang kompleks dan berkesinambungan. Sawah-sawah di Bali
dibentuk dengan sistem sengkedan /
terasering dan dibangun di sekitar kuil-kuil penyimpan menyimpan cadangan air.
Pasokan air ke sawah-sawah diatur oleh para pemuka agama dengan
mengacu kepada Filosofi Tri Hita Karana yang menggambarkan hubungan
antara manusia, alam, dan para dewa. Keunikan subak serta nilai budaya
yang dimiliki membuat sistem irigasi tersebut dinobatkan sebagai salah
satu Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2012 lalu.
Yuk, berkunjung ke Bali! Jangan lupa pesan hotelnya
di sini.
TERIMAKASIH